KOMUNIKASI KUNCI KEHARMONISAN
OLEH : ROFIQ ABIDIN
Di setiap sudut kehidupan pasti akan anda dapati aktivitas komunikasi, di ruang kerja, meja makan, di tempat-tempat umum dan lain sebagainya, bahkan ketika kita dalam keadaan sendiri pun terjadi aktivitas komunikasi. Mengingat komunikasi merupakan sarana penting untuk menunjang pemenuhan kebutuhan manusia maka diperlukan pola yang efisien dan efektif sehingga dapat mencapai goal yang diinginkan. Jika pola kita salah dalam mengkomunikasikan sesuatu maka akan berdampak pada respon dan reaksi audien (lawan bicara) karena sesuatu yang bernilai positif jika dikomunikasikan dengan kurang tepat bisa jadi akan dinilai negatif. Sering kita bermaksud baik-baik kepada teman kita, atau mungkin pasangan kita, tapi karena cara mengkomunikasikan kurang efektif atau waktunya kurang tepat maka dianggaplah itu sesuatu yang negatif/salah. Mintalah maaf jika lawan bicara kita salah menerima, jelaskan kembali secara efektif sehingga dapat menangkap dengan tepat pesan yang anda sampaikan. Oleh karena itu berfikirlah tenang sebelum mengkomunikasikan sesuatu, jangan panik, karena terkadang panik akan membuyarkan pesan yang akan kita sampaikan. Hematnya komunikasi sangat menentukan keharmonisan hubungan dan keberhasilan mencapai tujuan, maka janganlah mengabaikan komunikasi baik dengan pasangan kita, rekan kerja, atasan ataupun bawahan.
Begitu pentingnya komunikasi, maka Allah SWT pun menganjurkan untuk menjaga yang sering kita kenal dengan hablum minallah dan hablum minannas. Secara garis besar kita bisa mengetahui jenis-jenis komunikasi meliputi : 1). Komunikasi dengan sang Pencipta, 2). Komunikasi dengan manusia, 3). Komunikasi dengan diri sendiri, 4) Komunikasi dengan alam. Perhatikanlah, semua jenis komunikasi tersebut merupakan sarana untuk menjaga keharmonisan dalam mencapai kehendak yang diharapkan bersama. Pertama, dengan Allah sebagai sang pencipta. Untuk menjaga keharmonisan kita dengan Allah biasanya kita akan berkomunikasi melalui sholat, do’a, dzikir dan apapun yang berhubungan dengan spiritual sebagai bakti kita kepadaNya, dan sering kita sebut dengan ibadah. Kedua, meningkatkan hubungan komunikasi dengan manusia, baik dengan pasangan kita, keluarga kita, teman ataupun rekan kerja bahkan kepada orang yang tak dikenal. Hendaklah kita selalu menjaga komunikasi dengan mereka baik secara lisan dan perbuatan karena keharmonisan hubungan akan ditentukan bagaimana dan seberapa sering kita berkomunikasi secara efektif. Ketiga, seseorang perlu berkomunikasi dengan dirinya sendiri untuk menjaga kestabilan jiwa dan emosionalnya melalui mahasabbah (koreksi diri) agar lebih bijak dalam mengambil langkah, merenung, berkomitmen (berazam) untuk menguatkan kemauan dan lain-lain. Sekali lagi perhatikanlah pola komunikasi kita, jangan mengabaikan kualitasnya agar selalu efektif. Keempat, sekeliling kita menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita termasuk alam semesta, baik binatang, tetumbuhan, dan apa saja di alam ini yang selalu berinteraksi dengan kita secara langsung ataupun tidak, maka marilah kita berusaha menjaga keseimbangan alam dalam bentuk menjaga, memelihara, merawatnya, karena setiap ketidakseimbangan alam akan berdampak pada kelangsungan hidup manusia.
Keseimbangan dalam mengkomunikasikan sesuatu pesan akan dapat menjaga keharmonisan dalam berhubungan dengan siapa saja, maka cobalah selalu berusaha efektif dalam menyampaikan sesuatu agar tidak terkesan main-main. Walaupun terkadang intermezo memang sangat dibutuhkan untuk mencairkan suasana dan mengusir ketegangan yang akan membuat hati menjadi lapang dan akal dalam keadaan fresh sehingga mudah menangkap pesan dan informasi.
Rabu, 03 Juni 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar